Saya bosan. Bukan ding, hanya sedikit kesepian. Oya? atau merasa terlalu banyak dihantui kekhawatiran? Aaaaargh, ga tau.. saya katakan saja, Saya sedang takut.
Mungkin saya hanya belum siap berjalan sendiri. Hohoho..ternyata ga mudah belajar mandiri, karena saya terlalu terbiasa ditemani. Sampai kemarin lulus kuliah, jadi pengangguran bareng temen-temen, belum ada kekhawatiran apa-apa. Hingga saatnya tiba untuk memilih langkah masing-masing, yang berarti tidak lagi akan bersama-sama. Dan waktu pun berjalan, setiap orang kini sudah memilih dan berada di tempatnya yang baru, dengan tantangan baru tentunya. Begitupun semestinya saya. Tapi saya masih di sini. Memang untuk sebuah tujuan, pun dengan tantangan yang berbeda. Tapi saya masih di sini. Di tempat yang sama dengan 5 tahun yang lalu. Dan saya kesepian.
Saya akan menjadi orang yang sangat naif jika berharap semuanya akan sama hanya karena saya masih di tempat ini. Maka saya pun tidak ingin mencoba membawa teman-teman saya tetap dalam dunia saya, hanya karena kami dulu pernah bersama-sama di sini. Saya akan menjadi sangat egois jika tetap meminta mereka ada, sementara pastinya mereka pun saat ini sedang merasakan masa transisi yang mungkin sama tidak nyamannya dengan yang saya rasakan. Dan saya pun ga mau menahan teman-teman saya yang masih di sini, berharap mereka tetap di sini menemani saya, padahal udah waktunya mereka pergi menjelajah dunia yang lain.
Seorang kawan kemudian menyadarkan, “Ini kan udah jadi pilihan Ebi, jadi harus tetep kuat”. Ah, ya dia benar. Tapi mungkin akan berbeda rasanya jika saya bukan berada di sini, dan harus melihat mereka pergi satu per satu. Mungkin berbeda rasanya jika kami sama-sama berada di tempat yang baru..
Aaaah, Astagfirullah, kenapa saya jadi berandai-andai..
“Tuhanku, hamba mohon petunjuk. Jika memang jalan hamba adalah di sini, maka kuatkan diri ini. Namun, jika bukan, maka berikan jalan dan keyakinan untuk hamba berputar arah.”
(boleh ga sih berdoa kaya gini??)