Titik Lebur   4 comments

Saya pikir hidup memang sama sekali tidak eksak. Yah, walaupun saya selalu percaya bahwa hukum aksi-reaksinya Newton berlaku dalam setiap bidang kehidupan, nyatanya meskipun besarnya aksi memang akan sama dengan besarnya reaksi, tapi toh reaksi itu seringkali tidak datang sekejap setelah aksi kita lakukan. Dan tetap saja, meskipun kesetimbangan energi pun berlaku dalam segala hal, tapi energi begitu mudah berubah bentuk, sehingga kadang kita tidak sempat mengamati pergerakan energi itu.

Aah, bahasannya sok ilmiah banget ya..Hehe, sebenernya saya hanya sedang menghibur diri. Karena kadang-kadang, saat kita telah merasa melakukan usaha yang besar dan terus-menerus, namun dampaknya sama sekali tidak tampak, kita begitu mudah menyerah. (kita?? saya aja, mungkin ya..^-^)

Menurut saya lebih mudah menerima sesuatu yang langsung ada dampaknya. Misalnya waktu saya senyum ke orang, saya berharap orang itu balik senyum ke saya. Atau bahkan lebih melegakan rasanya kalo mereka malah mengernyitkan wajah atau bahkan jadi marah-marah gara-gara saya senyumin daripada mereka cuek aja.

Tapi nyatanya, dampak dari setiap laku kita lebih sering tidak datang secara langsung. Untuk hal ini saya ingin selalu bisa menghibur diri dengan mengingat mata kuliah Termodinamika di tingkat 2 (sebenernya di SD juga diajarin sih..) tentang titik lebur es. Jika kita memanaskan sebongkah es yang bertemperatur, katakanlah -10oC, kita tidak akan melihat perubahan apa-apa selama beberapa waktu. Namun jika kita terus memanaskannya, maka pada suatu titik, es tersebut akan tiba-tiba melebur menjadi air. Titik itu adalah 0oC pada tekanan 1 atmosfer, titik lebur es. Maka jangan berharap akan melihat perubahan pada es tersebut, jika belum sampai 0oC kita sudah menyerah dan kemudian berhenti memanaskannya.

Yap, dengan hal inilah saya berusaha untuk berhenti berpikir bahwa usaha apapun yang telah saya lakukan adalah sia-sia. Namun, memang saya tidak tau dimana titik lebur itu akan saya temui. Maka saya akan berusaha untuk tidak menyesal karena terlanjur berhenti di titik yang sebenarnya telah sangat dekat dengan titik lebur tersebut.

Posted Agustus 18, 2009 by Ebi in Ceritanya Lagi Serius

4 responses to Titik Lebur

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. sepakat sama hukum aksi-reaksi.. hebat ya newton :D Selalu ada reksi dari setiap hal yang kita lakukan. Meskipun reksi itu kadangkala dampaknya bukan sama kita.. So, do our best now. just simple right

  2. Yupz,,
    Newton mank hebat..
    Kpan eah sya bsa seperti Newton..??

  3. wah, mantep nih bi postingannya, kisah “titik lebur es nya” inspiratif sekali, he he

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.