Ini kali pertama saya ga pulang ke rumah sampai lebih dari sebulan. Rekor buat saya yang termasuk terlalu anak rumahan. Homesick? tentu saja..
Sebenarnya saya sulit mendefinisikan kata homesick. Keluarga saya bukan tipe keluarga yang kalau berkumpul akan menjadi semarak, bukan tipe keluarga yang hobi keluar bareng, cerita semua hal satu sama lain, ya, bisa dibilang bukan keluarga yang terlalu hangat,,Tapi kenyataannya, berada si rumah adalah ketentraman tersendiri buat saya. Biarpun kalau di rumah, ga mungkin ada acara tidur seharian seperti yang bisa saya lakukan di hari minggu selama saya ngantor di BSD atau pun selama saya pendidikan di cepu ini, tapi bisa mendengar suara ibu yang minta diantar belanja, atau tingkah nurul yang ga mau kalah kalau rebutan channel TV, itu menjadi kerinduan tersendiri buat saya.
Entah ada korelasinya atau tidak, setiap saya mimpi ketemu Bapak, cerita yang tergambar selalu tentang berkumpul bersama. Entah itu saya, Bapak, dan Ibu,, atau Saya, Bapak dan kakak atau adik saya. Mungkin ini semacam kerinduan untuk bisa berkumpul seperti itu. Dan selalu, setelah saya bangun, ada sisa air mata terasa.
Pak, U’ve already done your best for our family. Tak apa jika keluarga kita tidak terlihat sebegitu hangatnya, yang penting kita semua tau bahwa kita selalu saling menyayangi. Aah, sungguh saya rela terbangun dengan mata sembab untuk bisa merasakan ‘bertemu’ lagi..
(homesick mode : on)
