12 years old Miawth

Why I always love to ride my (12 years) old bike..

Kenapa masih aja bertahan dengan miawth yang udah masuk usia ABG ini,hehe..

Simpel saja, karena saat menggunakannya, saya akan ingat bahwa Bapak selalu mensupport saya. Seperti sejak awal membelikan miawth, kemudian mengajarkan berkendara hingga membiarkan saya jatuh berkali-kali selama proses belajar itu, dan hingga sekarang Miawth setia menemani saya merantau (aiih merantau..) ke BSD, dan sekarang ke Indramayu. Ada kasih sayang Bapak di sana,,yang menitipkan miawth kepada saya

Mungkin saat nanti pun, jika telah ada kendaraan lain yang menjadi partner saya berkendara, Miawth akan tetap di sini..menjadi yang pertama dan selalu berarti..(uhuk uhuk..)

 

Udah, itu aja kok.. pemanasan karena udah lamaaaa banget ga nulis. Biar Blognya ga berdebu..(sambil sapu-sapu..)

For Her Sake

Tulisan lama, di suatu hari di bulan Juli 2011…

Ibu. Lagi. Tulisan tentang IBU.

Yah, menurut saya tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa surga ada di telapak kaki ibu. Jika saya memikirkan sesuatu yang berhasil saya capai sampai saat ini, kadang terasa sekali bahwa hal itu bukan karena kompetensi saya, bukan karena saya sangat hebat dan mampu melakukan apa saja. Tapi lebih karena di belakang saya ada seorang Ibu yang tidak pernah lelah untuk mendoakan saya. Yang malam-malamnya, jauh sebelum saya bangun sudah ada di atas sajadah untuk bermunajat pada Tuhan, yang saya yakin hampir semua doanya bukan untuk dirinya sendiri, tapi untuk anak-anaknya.

Begitupun untuk pencapaian saya saat ini. Hari ini adalah beberapa hari menjelang keberangkatan saya (insya Allah) untuk menjalani pendidikan di salah satu BUMN, dan saya masih selalu percaya, bahwa bukan karena kompetensi saya dan doa saya, saya berhasil melalui semua tahap proses seleksi itu, tapi lebih karena Tuhan mendengar doa Ibu.

Saya masih ingat di masa-masa seleksi, dimana saya harus berangkat jam 4 pagi ke travel yang membawa saya ke jakarta untuk mengikuti tes, saya selalu menemukan ibu sudah bangun, ada di atas sajadah beliau. Selalu ada haru setiap meihat beliau, dan mungkin itu juga yang selalu menambah semangat saya untuk melakukan yang terbaik dalam seleksi hari itu. Owh, ya, satu orang lagi yang berhasil membuat saya saat ini ngerasa homesick bahkan sebelum beneran “dikarantina” selama masa pendidikan nanti. kakak saya yang ga jauh beda jasanya mengantar saya pagi buta ke pool travel pake motor. Tuhan benar-benar luar biasa, memilihkan saya keluarga ini, keluarga sederhana yang sangat solid.

“Tuhan, jika ada sesuatu amal yang membuat saya menerima pahala dan karuniaMu, mohon pahala dan karuniaMu yang lebih besar untuk mereka yang saya kasihi, karena dari mereka lah saya belajar sehingga saya bisa melakukan amal tersebut..”

“Giii”, pop up whatsapp muncul di layar ponselku. Dari Sapta. Hampir aku terlompat dari kursiku. Sapta. Sudah 4 bulan sejak dia menghilang.

“Eh, Hai, apa kabar?”, singkat saja jawabanku. Jaim lah, dulu kan dia juga begitu teganya tiba-tiba berkata tidak ingin ada kontak apa-apa lagi denganku. Meskipun sebenarnya dalam pikiranku begitu banyak kata yang ingin disampaikan selain menanyakan kabar, tapi sudahlah. Semua sudah aku simpan, walaupun sesekali muncul sebagai jerawat (apasih Gii..)
“Alhamdulillah baik, Gii. Kamu apa kabar? Eh aku ke Bandung nih minggu depan. Kamu sedang pulang ga? Ketemuan yuk, Sekalian liat si bombi. Udh segede apa dia?”
Wew..kaget juga, tapi aku iya kan saja. Lagian pas aku sedang pulang ke Bandung juga sih.
“Gii, maafin aku ya..”, katanya setelah basa-basi ga penting untuk memulai obrolan di ruang tunggu stasiun saat kami bertemu. Ya, Aku menawarinya untuk menjemput di stasiun. Maklum, katanya dia baru kali ini ke Bandung.

“Maaf untuk apa?”, Agak malas aku dengan kata maaf yang lebih sering tidak menjelaskan apa-apa dan hanya menjadi bumbu pembicaraan.

“Iya, pasti kamu kecewa sama aku karena tiba-tiba menghindar dari kamu. Ga cuma sekali kan Gii aku kayak ginI, aku juga ga ngerti ada apa dengan diriku”.
Aku cuma nyengir. Bingung mau menanggapi apa lagi.
“Makasih ya karena kamu memutuskan untuk bertahan. Aku baca semua pesan kamu selama aku memutuskan kontak kita. Setiap beberapa hari ada pesan baru. Walopun cuma bilang hai, sehat-sehat ya, dan hal-hal ga penting lainnya. Kamu tangguh juga ya. Padahal ga satupun aku bales kan.” Dia tertawa ringan.

Dan aku kehilangan kata-kata. Ya, selama beberapa bulan ini sebenarnya aku merasa konyol karena tetap mengirimkan pesan-pesan kecil untuk dia. Meskipun tidak ada balasan sama sekali, bahkan notifikasi bahwa pesanku dibaca pun tidak ada. Dan hal itu terjadi hingga 4 bulan. Sampai hari ini.

“Kenapa kamu memutuskan untuk bertahan, Gii?”, lanjutnya. Baca lebih lanjut

Birthday Escape

Ceritanya at 29 my age..(gaya vicky prasetyo,, :p) saya menjalankan salah satu target saya di tahun 2015, yaitu explore tanah jawa,,#uhuk.. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah,,KEDIRI. Kenapa kediri? sebenernya sederhana, hanya karena hasil browsing kereta-kereta yang berhenti di stasiun jatibarang dengan jadwal selepas pulang kantor, yang salah satunya adalah kereta brantas tujuan kediri. Rencana awal, bersolo travel saja, tapi ternyata ada teman yang berbaik hati mau nemenin.. *ihiiiiy..

Maunya sih, nulis cerita seperti para travel blogger, yang dilengkapi itinerary, budget, dan foto-foto yang representatif,, tapi apa daya, karena saya newbie dalam urusan jalan-jalan, ya,,hanya beberapa kejadian yang teringat aja yang bisa saya tulis, hehe..

Perjalanan Jatibarang-Kediri pake kereta Brantas, ga terlalu banyak yang bisa diceritain, kecuali sebaiknya pilih kursi yang 2 seat biar lebih nyaman, hehe..yang bikin berkesan sih, ini kali pertama ngelewatin pergantian usia di atas kereta,, #uhuk lagi.

Tiba di Kediri jam 6 pagi, si backpacker cupu ini nyari jalan ke penginepan, pake becak. Kami menginap di Omah Kampoeng, deket Alun-Alun. Penginapan yang seadanya, yang penting bisa check in dari pagi, jadi bisa nyimpen tas dulu. Rencana awal adalah nyari sewa motor, supaya kami bisa muterin kediri dengan lebih leluasa. Tapi ternyata sodara-sodara, di Kediri ini hanya ada 1 tempat penyewaan motor, dan hari itu sudah ga available. Dan dengan bekal nanya sama orang-orang sekitar, akhirnya kami gagal mendapatkan motor, tapi malah mendapatkan pengalaman bolak balik Kediri-Blitar via Bus Kawan Kita..ahahaha,, yang ini ga usah diceritain detailnya deh..

Jadi kesimpulannya, rencana ke kelud, dan ke tempat-tempat lain yang bisa ditempuh dengan motor, gagal.hehe,, Tapiii,, kapan lagi coba bisa ke blitar bolak balik dalam beberapa jam itu,,ahaha,,

Dari Blitar, mampir ke masjid agung Kediri, shalat ashar, terus lanjut foto-foto bentar di alun-alun. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke destinasi utama, yaituuu,, Simpang Lima Gumul, yeeaaah.. #apasiii..

Perjalanan ke sana pake semacam mobil omprengan dari daerah kantor pos kediri. Mobil tujuan Pare dengan ongkos yang cukup murah, hanya Rp 5000 untuk bisa mengunjungi Arc de Triomphe nya Kediri. Perjalanan ditempuh sekitar 30 menit dari alun-alun, termasuk naik becak ke kantor pos tempat berhentinya si mobil. Saya dan partner menghabiskan sore di Monumen Simpang Lima Gumul, yang sore itu rame banget,, mungkin karena hari sabtu ya. Bangunannya masih sangat bersih. Untuk menyeberang dari sisi jalan ke Monumen, tersedia terowongan, karena memang lalu lintas di simpang lima ini cukup ramai. Agak bahaya juga kalau nyeberang langsung. Sebenernya pengen nunjukin foto-fotonya sih.. tapi kok ternyata banyakan foto narsis ya,,jadi malu,, :p Nanti aja deh,,dipilih dulu foto yang layak dipajangnya.

Pulang dari Monumen setelah shalat magrib di masjid terdekat, kali ini menggunakan bus puspa indah sampai alun-alun. Lanjut dengan berburu oleh-oleh khas kediri. Sayangnya,, kami malah ga nyobain makanan-makanan khas Kediri nih,, Semoga lain waktu bisa kesana lagi (hanya buat nyobain makanan? :p)

Yaaap,,begitulah,, 28 Februari 2015 saya, dilalui di Kediri. Benar-benar hanya sehari, karena esoknya kami sudah harus pulang menggunakan kereta Krakatau pukul 09.30 pagi. Memang banyak tempat yang belum dikunjungi sih, dan banyak hal belum berhasil diexplore. Tapi,, perjalanan kali ini benar-benar berkesan,, karena dengan partner perjalanan yang menyenangkan, sepertinya setiap langkah kemana pun menjadi begitu berarti.. hehe.. #hush,,jangan geer kamu..

Tentang Kasih Sayang

Kayaknya sekarang-sekarang saya bikin judulnya agak-agak “berat” ya, hehehe..padahal isinya sih kayak krupuk,,remeh dan ga mengenyangkan kecuali makan sekarung.. (apasi bii..)

Beberapa minggu lalu sempet liat berita yang bikin miris,,tentang anak yang tewas di tangan ayahnya, hanya karena berantem sama kakaknya rebutan baju baru.. rasanya nyesek denger ada kejadian kayak gitu. Ada apa dengan manusia jaman ini, yang begitu mudah tersulut emosinya, yang begitu mudah kehilangan pengendalian diri. Walopun seperti yang aku percaya bahwa tiap orang punya kelainan jiwa pada kadar tertentu,,tapi kok tetep ga habis pikir kalau ada kejadian-kejadian seperti itu.

Dan kemudian jadi teringat diskusi saya dengan Teh Sasa, istrinya Ustadz Aam beberapa minggu sebelumnya, yang ternyata diangkat jadi salah satu bahasan waktu siaran beliau di MGT,,yaaah,,ketauan deh curcol.. :p.

Tentang saya, yang beberapa waktu ke belakang tidak terlalu termotivasi untuk menikah, karena melihat realita-realita hidup berumah tangga yang tidak seindah lagu cinta. Hidup di lingkungan kerja yang kebanyakan pria-pria dan mendengar beberapa cerita ga enak tentang perselingkuhan, kdrt, dst. Atau  kenyamanan saya dengan menjadi Mommy’s little girl setiap pulang ke Bandung, bisa full nemenin ibu di rumah. Atau tentang motif ibadah, bahwa menikah itu ibadah. Tapi bukankah jalan ibadah itu ada banyak. Misalnya kita dapet suami yang malah membuat kita mundur ibadahnya, bukannya malah jadi ga baik? pertanyaan pertanyaan itu yang membuat saya berpikir, terus,,apa dong motif saya menikah?

Akhirnya dibahas sama Teh Sasa, bahwa kamu akan menemui banyaak hal dengan menikah, dan menemukan bahwa cinta Allah itu dimana-mana. Misal dapet suami shaleh, pinter, penyayang, setia, dan kayak fedi nuril (teteeeep), itu berarti cinta Allah dalam bentuk suami.. kalau diuji dengan suami yang tidak baik, nanti Allah akan menunjukan cintanya dalam bentuk yang lain, yang ga akan kamu bisa bayangin kalau ga menikah. Ok-ok, berat ini bahasannya kalau udah cinta Allah. Saya pun belum kebayang seperti apa. Hehe..

Aaah, cerita tentang hal yang saya belum ngerti,, ga kebayang.  Tapi boleh kan, kalau saya berdoa untuk seorang pasangan yang penyayang, lembut hatinya, dan setia.. Dan untuk saudara-saudara lelaki saya, agar dapat menjadi sosok yang penyayang terhadap keluarganya. Dan untuk putra-putra saya nanti.. (wiiiiiiih,,jauh bener,,) agar saya dapat mengajarkan mereka menjadi pria-pria sejati yang memuliakan keluarganya dan orang sekitarnya.. #uhuk..

Mencari Jalan ke Surga

Ini akan menjadi tulisan yang berat..siapin mental dan pikiran yang jernih ya… (ahahaha,,sejak kapan saya bisa nulis yang berat-berat..pasti ga ada yang percaya..:p). Sebenernya saya udah pengen nulis ini dari awal tahun, tapi ternyata butuh tekad yang super kuat untuk bisa duduk anteng dan mulai nulis..(opo seh,,).

Tulisan ini tentang visi. Pas banget lagi buka-buka lemari buku dan nemu bukunya Zamil Azzaini yang judulnya On di awal tahun 2015 lalu. Baru bab 1 tapi membuat saya memikirkan jauuuh tentang tujuan akhir saya. Tentang visi. Tentang bagaimana caranya supaya saya bisa bahagia di kehidupan abadi setelah kehidupan di dunia ini.

Tentang visi akhirat, meskipun ada ayat yang mengatakan bahwa kita masuk surga bukan karena amal ibadah kita, namun semata-mata karena kasih sayang Tuhan saja, namun pastinya saya ingin berusaha agar “terlihat” dari sekian banyak mahlukNya. Dari yang pernah saya baca, surga itu bisa dimasuki dari pintu-pintu khusus, misalnya pintu shalat, pintu puasa, pintu sedekah, dan sebagainya (silakan dilengkapi, saya ga akan terlalu hafal redaksi lengkap hadistnya..hehe..). Itu membuat saya berpikir betapa kerennya kalau saya bisa masuk melalui salah satu pintu tersebut. Pintu yang mana? Rahasia, hehe..insya Allah saya telah menentukan. Meskipun kalau mencari cerita-cerita orang-orang yang sangat baik dalam menempuh jalan yang saya pilih itu, rasanya saya sangat-sangat cupu,, Tapi memang visi itu harus tinggi kan, kalau cetek mah kayak hadiah panjat pinang.. #apasi bii..

*ditulis di jam istirahat, jadinya seadanya dan ga terlalu rapi.. #alesan

Dear Oon

Judulnya sebenernya terinspirasi sama lagu yang sedang sering saya putar,, Dear No One-Tori Kelly. Tapi kalau saya tulis plek, ntar kalau di-googling bakalan muncul, kan kasian orang-orang yang mau nyari lagu itu malah nyasar ke blog geje punya saya..
Oke, cukup, pengantarnya ga penting banget ya.. :-p

Cuma sedang berpikir, di saat saya sedang iri dengan kehidupan orang lain yang tampak lebih membahagiakan, punya pasangan, anak-anak yang lucu, ga perlu bekerja dan bisa ngikut suaminya kemana-mana untuk workshop (baca: shop(ing) while her husband work(ing)..😀 ), mungkin ada beberapa orang yang juga sedang iri dengan kehidupan saya (Pede banget..). Yaa,,kalau ga beberapa, satu orang juga gapapa deh.. :-))

Pulang kantor, me time, main sama mimiw dan mbul, leyeh-leyeh, begadang sesekali untuk hal-hal ga penting, nyobain hal-hal baru dan random yang tiba-tiba kepikiran, bahkan ngerjain tugas kantor (walopun untuk yang satu ini sebisa mungkin ga saya lakukan kecuali terpaksa), daan semua hal yang membuat saya sangat mencintai ‘ruang’ saya saat ini. Hm, bukan berarti saya menganggap kalau dengan berpasangan saya ga bisa ngelakuin hal-hal seru lho.. terus terang saya ga punya pengalaman tentang itu, hehe..tapi pasti ada sesuatu yang dikangenin sama orang-orang yang sudah punya pasangan itu atas kehidupan lajang mereka..hihihi.. provokatif banget ini bahasannya.

Ok, ini cuma pemikiran random saya di sela-sela ngurusin tender yang ga ada abisnya..sebagai penutup, saya kasi bonus lirik lagunya Dear No One dari Tori Kelly aja yaa,,

DEAR NO ONE-TORI KELLY

I like being independent
Not so much of an investment
No one to tell me what to do
I like being by myself
Don’t gotta entertain anybody else
No one to answer to

But sometimes, I just want somebody to hold
Someone to give me their jacket when its cold
Got that young love even when we’re old
Yeah sometimes, I want someone to grab my hand
Pick me up, pull me close, be my man
I will love you till the end

So if you’re out there I’d swear to be good to you
But I’m done lookin’, for my future someone
Cause when the time is right
You’ll be here, but for now
Dear no one, this is your love song

I don’t really like big crowds
I tend to shut people out
I like my space, yeah
But I’d love to have a soul mate
And God’ll give him to me someday
And I know it’ll be worth the wait

So if you’re out there I swear to be good to you
But I’m done lookin, for my future someone
Cause when the time is right
You’ll be here, but for now
Dear no one, this is your love song